MUSISI & AKTIVIS KESETARAAN GENDER

Kartika memiliki banyak hal untuk dikatakan tentang kekerasan seksual dan kepositifan tubuh. Bermusik adalah format pilihannya. Follow Instagramnya @kartikajahja

Dari musik, aku belajar untuk jadi kritis dan lebih berani

Awalnya, orang mengenalku sebagai musisi, tapi belakangan ini aku juga dikenal sebagai aktivis di bidang perempuan. Karena aku sendiri adalah seorang survivor atau penyintas kekerasan seksual, dan aku merasa bahwa masyarakat haruslah dididik untuk merangkul & berhenti menyalahkan korban.

Kekerasan tidak mengenal jenjang kelas sosial, pendidikan, dan lainnya

Pada 2016, lagu Tubuhku Otoritasku video klipnya diliput media di dalam dan luar negeri. Aku sampai diundang untuk berbicara di berbagai acara di luar negeri seperti New York dan Berlin. Dari situ aku belajar, ternyata pengalaman perempuan di berbagai belahan dunia itu mirip - mirip

keep loving, keep fighting!

Kekerasan seksual itu memang terjadi paling banyak di kelompok yang under-priviledged, atau dalam kemiskinan. Tapi bukan berarti tidak ada juga di kalangan lainnya, tidak mengenal kelas, pendidikan, dan kota asal. Setiap kali aku menjadi pembicara, di manapun juga, hampir pasti aku akan melihat ada saja perempuan tertentu di hadirin. Aku hapal tatapan mata dan gerak-gerik tubuh mereka. Biasanya setelah acara, mereka akan ke backstage dan meminta waktu untuk berbicara denganku. Mereka lalu cerita tentang kekerasan atau sexism yang mereka alami.

Aku berusaha untuk ‘shaped my world’ dengan berekspresi, baik itu dengan menjadi musisi, aktivis, ataupun entrepreneur. Jadi, dengan berbagai keadaan di dunia ini yang mungkin tidak cocok dengan values kita, pesanku untuk perempuan-perempuan di luar sana adalah: keep loving, keep fighting.

SIMAK CERITA WANITA LAINNYA

Simak cerita para wanita yang berani bermimpi dan berjuang