SUTRADARA FILM

Mouly tergerak ketika melihat tidak cukup banyak perspektif wanita di industri film. Sekarang, ia adalah penulis, sutradara, pembuat film dengan beberapa penghargaan seperti Piala Citra 2018, dan 58th Asia Pasific Film Festival

#ISHAPEMYWORLD

Ada banyak tantangan menjadi sutradara perempuan, seringkali orang menganggap remeh dan meragukan aku. Tapi tidak pernah terpikir untuk ku berhenti menjadi sutradara

Dunia film di Indonesia memang masih didominasi oleh laki-laki

Kenapa harus diberi label sebagai ‘sutradara perempuan’? Sutradara ya sutradara, di luar apakah yang memegang titel itu seorang perempuan atau laki-laki. Baru ketika mendapat sorotan media, aku menyadari bahwa ternyata di luar sana, masih banyak mengasosiasikan suatu pekerjaan dengan gender

Akulah yang membentuk dunia kehidupanku sendiri.

Aku ingat rasanya ketika berjuang mengejar mimpi, terutama saat membuat film Fiksi. Aku belum pernah buat film pendek sebelumnya, jadi seakan-akan out of nowhere langsung buat film panjang. Ketika itu mungkin ada saja yang meragukan kemampuanku, tapi aku berusaha untuk mendobrak keraguan itu untuk bisa fit dalam dunia perfilman.

Dalam proses pembuatan film, seorang sutradara harus memimpin sebuah tim besar. Baru belakangan aku sadari, bahwa ternyata sutradara laki-laki lebih mengintimidasi. Mungkin karena di masyarakat, kultur yang ada adalah wanita tidak dididik menjadi pemimpin alias tidak diharapkan menjadi breadwinner.

Dunia mungkin memiliki deskripsi sendiri tentang perbedaan perempuan dan laki-laki, tapi aku memilih untuk tidak berfokus pada hal itu

SIMAK CERITA WANITA LAINNYA

Simak cerita para wanita yang berani bermimpi dan berjuang