URBAN FARMER

Soraya Cassandra mendapati kotanya semakin tidak ramah lingkungan. Melalui Kebun Kumara, dia memulai gerakan 'urban farming' untuk memerangi polusi dan memberi dampak positif pada kehidupan sosial dan lingkungan sekitarnya.

Aku ingin buat bisnis yang berdampak positif bagi sosial & lingkungan

Awalnya, aku tergelitik, ketika bertanya pada diri sendiri, Kok bisa ya, orang kota seperti saya, yang katanya terdidik dan terpelajar, tapi tidak mengerti cara merawat alam? Dari situ aku memutuskan untuk membuat Kebun Kumara

NGAPAIN SIH NGURUS KEBUN DAN SAMPAH? CANTIK-CANTIK TAPI BAU!

Lucu ya, entah kenapa jatuhnya selalu ke gender. Kalau kita nyangkul, dikomentarin: ‘Ngapain sih? Kasih aja ke cowoknya!’ Padahal, memangnya perempuan enggak bisa nyangkul? Masih banyak anggapan orang terhadap peran perempuan dan mengenai apa yang pantas perempuan lakukan.

PEREMPUAN ITU MAMPU KOK DALAM MEMBENTUK DUNIANYA SENDIRI

Banyak perempuan yang datang ke Kebun Kumara karena ingin berinteraksi terhadap alam, tapi enggak bisa menanam pada awalnya. Dan sekarang dia jadi bisa ada wawasan dan keterampilan menanam. Biasanya kan mencintai alam itu bersifat abstrak ya, karena kita enggak tahu, sebenarnya gimana sih cara konkret dalam mencintai lingkungan?

Padahal, hal itu bisa dimulai dari menanam tanaman yang bisa dikomsumsi, lalu dimasak sendiri. Atau memilah sampah untuk dikasih ke pemulung.

Harapanku, hal-hal abstrak tentang mencintai alam itu bisa dibumikan, bisa dibuat nyata. Perempuan itu peka loh terhadap hal-hal di sekitarnya. Aku percaya perempuan di manapun bisa bermanfaat untuk lingkungan sekitarnya dan selanjutnya. Serta juga mampu membentuk dunia yang dia mau.

SIMAK CERITA WANITA LAINNYA

Simak cerita para wanita yang berani bermimpi dan berjuang